mendadak ‘mbezoek…

January 5, 2009
‘bu, si fulan sakit,’
‘kita nengok yuk,’

duh, siang-siang sedang panas-panasnya mentari diajak ‘mbezoek. kalo ada pilihan lain mending gak deh. tapi dia kan… tapi dia pernah… akhirnya, keputusannya jenguk deh.

sebelum berangkat, perasaan udah gak enak. jangan-jangan orangnya gak ada nih. sampai di perumahannya harus berputar-putar dulu karena lupa pasnya posisi rumah si fulan. ada tukang beca. bertanya sama si mas becak. ah, tak membantu juga karena petunjuknya terlalu umum. ‘ke kiri saja nanti yang dekat warung,’ katanya dengan logat medok jawa.

sudahlah kami berputar-putar saja dulu. ada warung di depan (entah inikah warung yang ditunjuk si mas?). ucapkan salam. nah, yang ini malah petunjuknya lebih jelas. si ibu pemilik warung, barangkali ketua er-te, keluar sambil membawa daftar nama warga. jalan lagi mengikuti saran si ibu.

baru saja kami ingin bertanya lagi. eh, rumahnya sudah di depan mata. salam lagi. berkali-kali. dan, benarlah firasat saya. si fulan malah lagi pergi. artinya kan gak sakit berat. lah, wong bisa jalan-jalan kok. nunggu sebentar. baru saja kami mau pergi, eh, fulan datang.

memang kelihatan agak lemas. ‘tapi, saya sudah mendingan kok,’ katanya. sayapun mengutip postingan di milis bahwa fulan sakit berat hingga harus bed rest. duh, korban milis ini namanya.

mau marah? tak ada guna. wong milis kumpulan para begundal. dimarahin paling pada nyengir doang. ambil hikmahnya saja, ta-e-la, kalo gak jadi ‘korban’ saya malah gak silaturahim sama si fulan.


mendadak semur…

January 1, 2009
masak? tadi malam yang bagi orang-orang tertentu boleh jadi sangat ditunggu-tunggu karena merupakan malam tahun baru saya tidur nyenyak saja dan tidak bermimpi masak. tapi tadi pagi saya dan nanda jadi juru masak di rumah. masaknya semur daging. semua bahan sudah ada. tinggal meracik saja. tapi tetap dipandu nyonya rumah dong. loh, kok bukan sang isteri yang masak? kan gak lagi hari ibu. halah, masak sih cuma di hari ibu, para ibu terus libur masak. semua plus yang pura-pura tidak tahu atau tidak mau tahu pasti udah tahu kalo ftm alias full time mother jam kerjanya ya 24 jam kan.

kebetulan, sang ibu lagi kedatangan tamu bulanan. plus, dikejar tenggat kerjaan. sementara dengan santainya nanda bertanya: ‘kita makan pagi sama apa bu?’ gak sadar dia kalo ibunya lagi seksi,eh,sensi. maka tak heran kemudian si ibu ceramah sama nanda. oh, ya, nanda kan sedang liburan. dulu-dulu sih kalau liburan kegiatannya seputar bersenang-senang. ya ngegame hape (sekarang ketambahan pe-es-du-a) atau bacain lagi komik-komik lawas.

singkat cerita, pada intinya, kalau ingin sesuatu ya kerjakan dong. kalau mau makan ya masak. ’sudah kupas bawang merah dan bawang putih. nanti ibu ulek,’ kata isteri saya. sayalah kemudian yang mengupas. kok bukan nanda? alih-alih kekupas jari yang kena malah gak makan :D . ‘potong-potong dagingnya,’ sambung beliau. oh, ya, si bawang merah plus putih kalau langsung diulek kan malah loncat-loncat. atas saran beliau saya chopper dulu, jadi enak diuleknya. nanda ikutlah mencoba mengulek.

proses selanjutnya, ibu-ibu pasti tahulah. dan, menu makan pagi dan siang hari ini ya semur daging plus tahu seperti yang nampak di atas (yang agak asin :D ). ternyata masak gak susah-susah amat ya. sombong. sok. :) ) kalau mau dan niat kenapa gak. masalah rasa kan bisa diatur. lagian baru pertama masak gitu loh.


ngeblog juga dia…

December 30, 2008

Blog lagi…blog laagi.. mungkin orang-orang dah pada bosen kali ya dengernya(mudah-mudahan gak deh,ntar blog ane gak laku).

orang bilang buah itu jatuh tak jauh dari pohonnya. masih dekat-dekat-lah. analoginya, kalau ayahnya tukang bikin kopi dan ibunya pernah melaporkan kejadian alias reporter, artinya dua-duanya bisa(lah) atau biasa(lah) tulis-menulis. terus buahnya,eh,anaknya otomatis suka menulis? tunggu dulu.

sudah sejak lama banget saya meminta nanda untuk menulis. dibujuk-bujuk. di-iming-imingi. setengah dipaksa. sebagai pancingan saya membuatkan blog saat ia bersekolah di ciganjur. beberapa kali saya sempat memposting tulisan hasil tugas sekolah. tapi teteup saja kebanyakan yang mengisi adalah saya.

saya dan ibunya pengin ia mencurahkan pikiran, ide atau omong kosong sekalipun dalam bentuk tulisan. sebaris atau dua baris kalimat cukuplah sebagai pembuka. kami, berpikir, sayang kalau cerita-cerita ringan kesehariannya di sekolah menguap begitu saja. tapi, jawaban yang dia berikan adalah: jangan sekarang, nanti dulu deh, atau ah, males. duh…

kemarin, keinginan itu muncul lagi. tidak tiba-tiba memang. ditunjang oleh ’sapidi’ serta fasilitas lain yang tidak semua teman sebayanya memiliki dan setelah ‘khotbah’ tidak terlalu panjang dan juga tidak lebar-lebar amat dari ayah dan ibu, nanda, akhirnya, alhamdulillah, memulai menulis blognya.

mugi-mugi, insya allah, ini menjadi awal yang baik bagi nanda untuk bisa terus menuliskan segala gagasan atau impian atau apapun. tinimbang ia hanya membuka internet untuk mencari cheat code atau walktrough tentu jauh lebih baik ia ‘mengoceh’ lewat kalimat. oh, ya, sekalian mau ngucapin selamat tahun baru buat semua yang suka membaca blog saya :) . mudah-mudahan tahun baru selalu memberikan harapan baru bagi kita semua, amin.


hukum rimba di jalan…

December 23, 2008
hmm. kayaknya gak pas judulnya. kalo hukum rimba kan artinya di rimba alias hutan. kejadian tadi pagi jelas bukan di hutan tapi di jalan raya. jalan di seberang stasiun kereta api pasar minggu, mengarah ke pancoran, memang rawan macet dan senggol-senggolan mobil atau motor. dan, sebagaimana anda tahu perilaku pengendara angkutan umum, merekalah yang sering menyenggol atau disenggol.

perilaku pengemudi angkot mirip-mirip dengan tingkah laku pengendara sepeda motor. selama masih ada tempat longgar, sesedikit apapun, mereka akan berusaha masuk untuk lewat. seperti pagi tadi. saya yang di metro mini dengan seorang penumpang lain tak pernah berpikir akan melihat kejadian lumayan heboh.

metro mini yang saya tumpangi berjalan agak lambat karena jalan macet. di sisi kanan penuh dengan mobil serta kendaraan lain. dari sisi kiri sebuah angkot jurusan pasar minggu-pondok labu karena melihat ada jalur lowong berusaha masuk untuk melewati metro mini. pengemudi metro mini agaknya tidak suka dengan perilaku supir angkot. mereka sama-sama memajukan kendaraannya. istilah yang pas adalah pepet-pepetan. dan, sampai di titik kedua kendaraan nyaris bertempelan. saya pikir, bakal terjadi serempetan nih. ternyata tidak.

keduanya berhenti. bersilat lidah. tak ada yang mau mengalah. keduanya merasa sayalah yang paling benar. dilihat sepintas yang benar adalah supir metro mini. ia tak mungkin mengarah ke kanan karena itu artinya ia menyerempet mobil tetangga sebelah. sementara si supir angkot kalau mau sedikit mengalah ia bisa melaju terus karena jalurnya masih memungkinkan untuk itu. tapi akhirnya kedua sepakat untuk terus melaju. selesai masalahnya? belum.

si supir angkot kemudian melaju lebih dahulu. lantas ia ber-zig-zag. berhenti. supir metro mini mendadak tinggi tensinya. ia turun. lalu, tanpa bilang permisi atau ba-bi-bu ia menonjok mata supir angkot. lebih dari satu kali. anehnya, kok si supir angkot tidak turun. ia baru turun ketika ada seorang bapak yang menyalahkan tindakan supir metro mini. supir angkot berusaha membalas. ia mendorong-dorong si supir metro mini.

selanjutnya? saya berpindah metro mini. biarlah mereka menyelesaikan urusan mereka. boleh jadi hukum rimba yang berlaku. mungkin lebih seru, halah, kalau esprits de kedaerahan ikut bicara.


npwp, sebuah keniscayaan…

December 18, 2008
‘ngapain bikin npwp. gak usah deh. sekali bikin entar seumur hidup lo bakalan dikejar-kejar sama orang pajak.’ pikir-pikir, bener juga apa kata tetangga. ya, sudah gak usah repot-repot mikirin. cuek. lagian, waktu itu, beberapa tahun kebelakang, mau bikin npwp rasanya susah dan ribet. jadi, ya gak bikin deh.

tapi, dengan dikeluarkannya undang-undang baru tentang perpajakan, bikin npwp adalah sebuah keniscayaan. mau tak mau. bisa tak bisa. harus ada. kecuali memang ingin beramal jariah penghasilan di-pajak-in gede. kayaknya, gak ada kale yang mau beramal dengan cara ini :D .

tanya sana, tanya sini. ada yang bilang misti bawa fotokopi ktp, kk, serta surat pengantar dari kantor. lihat website pajak, ternyata:

Bagi Wajib Pajak Orang Pribadi, dokumen yang diperlukan hanya berupa Fotokopi KTP yang masih berlaku atau Kartu Keluarga. Untuk orang pribadi yang mempunyai kegiatan usaha di tambah dengan Surat keterangan tempat kegiatan usaha atau usaha pekerjaan bebas dari instansi yang berwenang sekurang-kurangnya Lurah atau kepada desa.

cukup fotokopi ktp ATAU kk. gak perlu macam-macam lagi.

langkah berikut adalah mencari kantor pelayanan pajak atau kpp. bingung? bisa telepon ke nomor 500200 jangan protes kalo anda dilayani mesin dan harus menunggu rada lama, sms ke 0813 178 72525, e-mail di pusat.pengaduan.pajak@gmail.com, atau kembali ke website pajak. di kolom kiri ada fasilitas pencarian ‘Alamat Kantor Pelayanan Pajak’ masukkan kelurahan dan kecamatan, dan silakan catat alamat yang diberikan. oh, ya, bisa juga daftar lewat e-register. masukkan semua data dan bawalah hasil cetakan data anda ke kkp yang sesuai dengan domisili. gimana kalo ktp ada dua? gak usah bingung pilih aja yang kpp-nya paling deket :D .

di kpp anda harus mengisi formulir permohonan. bingung ngisinya? lihatlah bagian belakang lembaran formulir. di situ ada penjelasan. kalau sudah selesai, ya, serahkan ke petugas yang ada plus fotokopi ktp. selesainya kapan? satu jam? gak bisa, sudara-sudari, saya daftar sabtu dan selesai selasa siang. janjinya bukan satu jam? janji tinggal janji, gak lah. awal-awal pendaftaran barangkali hanya sedikit peminta npwp. jadi satu jam selesai.

hari-hari terakhir desember ini kalau anda ke kkp, ruangannya penuh sesak. boleh jadi, sebagian besar adalah pemohon npwp. oh, ya, balik lagi ke tetangga yang ngusuli untuk tidak bikin npwp, akhirnya bikin juga.


cempedak plus susu…

December 16, 2008
artocarpus champeden. pernah dengar nama itu? tak apa kalau belum. kalau cempedak? nah, artocarpus itu ya cempedak. ada apa dengan cempedak? ceritanya gini. minggu kemaren, ba’da dhuhur saat kaki akan melangkah meninggalkan masjid eh ada yang menegur: ‘pa danu gak mau kemana-mana kan?’ secara saya sih ‘orang rumahan’ sukanya ngendon di rumah aja. ‘gak, saya di rumah aja.’ nanti saya mau ke rumah, ada cempedak mateng pohon dua. alhamdulillah. ya, udah ke rumah aja, kata saya.

tak lama berselang. seucap salam mengiringi suara pintu dibuka. alhamdulillah pak fulan menenteng kantong plastik kresek. wangi cempedak meremang di udara. bapak fulan yang berdomisili di bojong gede, awalnya adalah tukang rumput dan tanaman keliling di perumahan saya. entah bagaimana prosesnya, belakangan ia membantu kegiatan di masjid. saya sudah mengenalnya sejak bujang dulu. kadang sayapun kerap minta tolong padanya. di rumahnya ia punya beberapa pohon buah. kadang ia membawa nangka, rambutan atau jambu klutuk. tak banyak memang bawaannya. tapi rasa berbagi. itu yang saya garisbawahi. sebagai imbalan, saya memberikan ongkos transportasi.

ternyata benar-benar mateng puun cempedaknya. dimakan langsung sebenarnya enak. tapi bisa juga digoreng. resepnya sederhana saja. tepung terigu plus gula. tambah telur silakan saja. tak seperti nangka, cempedak mudah dibelah. kulitnya lunak. cuma lengket saja. selain daging, bijinya juga bisa dimakan, tapi direbus dulu dong :D . alhasil, sore-sore makan cempedak goreng. nanda suka (banget), sampai-sampai minta untuk bekal sekolah.

sebagai teman cempedak goreng enaknya menyeruput kopi. nah, pernah minum kopi susu tubruk nescafe? nescafe kan kopinya instan. betul banget. nah, pas lagi mau beli kopi, eh, lihat-lihat kok ada kopi nescafe baru. (mungkin gak baru lagi ya. yang lain boleh jadi sudah duluan mencicipinya). kandungannya selain kopi, gula, krimmer, kakao, susu bubuk skim dan garam. nah, yang terakhir itu yang jadi pertanyaan, kok ya ngopi pakai garam. ah, sudahlah. seduh satu sachet. tunggu sampai ampasnya mengendap. rasanya? ya kopi susulah :D beda memang dari kopi susu tubruk kapal api atau abc. rasa kopi instan masih terbawa. selain itu, ampasnya lebih sedikit. tapi yang pasti rasa garamnya gak ikut kok.


elpiji langka, serobot punya tetangga…

December 11, 2008
elpiji langka. lagi? sudah berapa kali elpiji langka? menurut ini, pertamina kewalahan pasok gas. masih dari sumber yang sama, ini dikarenakan infrastruktur pertamina sendiri:
Vice President Gas Domestik PT Pertamina Wahyudin Akbar, mengemukakan, sejak konversi elpiji sudah stabil, konsumsi elpiji rumah tangga melonjak dari kemasan 3.000 ton per hari menjadi 6.000 ton per hari. Sementara, kondisi infrastruktur penyimpanan dan fasilitas pengisian elpiji belum bertambah

pasokan langka otomatis berpengaruh pada harga. di depok harganya naik. minggu kemarin untuk ukuran tabung 12 kg harus saya bayar seharga tujuhpuluhtujuh ribu rupiah. tak kurang, lebih boleh. terserah mau beli atau tidak. masih untung warung penjual gas tabung biru itu di seberang rumah jadi tak perlu ongkos tambahan.

ada beberapa warung penjual elpiji di perumahan yang saya huni. salah satunya yang saya sebutkan di atas. apakah para warung ini menjadi pesaing satu sama lain? bisa tidak, bisa juga ya. tapi mereka mempunyai konsumen masing-masing. nah, kemarin ada cerita yang rada heboh:

salah satu warung memesan elpiji kepada agen. sementara warung lain memesan air kemasan pada agen yang sama. saat mengantar pesanan-pesanan itu, si agen terlebih dahulu mengantar air kemasan. ini dikarenakan, biasanya, botol-botol itu ditaruh di atas tabung. demi melihat tabung gas, warung pemesan air matanya mendadak hijau (tabung 3kg kan hijau, kena refleksinya kale :D ). sang pemilik warung pemesan air kemudian memaksa si agen untuk menurunkan gas yang bukan pesanannya itu di warungnya. awalnya si agen tidak mau karena takut dimarahi pemesan gas. tapi, dengan segala cara, pemesan air akhirnya mendapatkan gas yang bukan haknya itu. tinggallah pemesan sesungguhnya gigit jari. marah pun takkan ada gunanya. sementara pemesan air tertawa senang karena bisa menjual gas.

duh, sama-sama berdagang kok gitu ya? dimana etika bisnis? halah, warung aja pake etika segala. loh, etika, sepertinya, bukan hanya mata kuliah di universitas kan? mugi-mugi, si pemilik warung yang haknya ‘dirampas’ tidak terpancing untuk melakukan hal yang sama.


ujian sim di depok, resmi, gak nembak

December 10, 2008
kalo mau bikin sim lewat jalur resmi dong… hmmm, mentang-mentang lulus ngasih tahunya gitu :d. jujur aja, saya tuh paling segen berurusan dengan yang namanya pegawai negeri (termasuk pak polisi juga dong). urusan manjang-manjangin ka-te-pe biasanya istri saya yang mengurus. nah, kalau saja, urusan s-i-m bisa diwakilkan saya akan memilih jalan itu.

kenapa gak nembak aja? tanya tetangga sebelah. kalo bisa, seturut dengan urusan segan di atas, saya udah langsung nembak. masalahnya adalah bukan sekarang sudah tidak jaman nembak, tapi ada citra yang digelar Direktorat lalu – lintas Polda Metro Jaya:

dalam upaya membenahi diri dan memberikan pelayanan kepada masyarakat semaksimal mungkin, mulai Senin, 1 hingga 12 Desember 2008…

(kalau berita yang saya kutip benar adanya, berarti ini melanjutkan operasi sebelumnya yang dilangsungkan di bulan november).

mau tak mau sayapun ke polres depok untuk urusan surat ijin ini. cuaca mendung plus rinai gerimis di pagi hari tadi sempat menyurutkan langkah saya. ditambah lagi dengan aneka cerita yang pada intinya biarpun lulus ujian teori bisa-bisa dibilang gak lulus karena petugasnya iseng. dan, berkali-kali pula harus mengulang. belum prakteknya pakai motor oglek-oglek alias seadanya. duh, gusti.

ragu-ragu juga saya ketika mengayunkan langkah. saat lewat di mapolres depok, loh kok, masih apel pagi. padahal saya sudah menghitung-hitung waktu berangkat agar setibanya di sana langsung masuk. rupa-rupanya, ada acara siraman rohani, jadi waktu apel melar. sekitar setengah sembilan saya melangkah masuk. basa-basi bertanya sama petugas tempat ujian sim. jawabnya: bapak sudah tes kesehatan belum? ya blom lah pak. “bapak tes kesehatan dulu di itc,” sambungnya,

saya pun ke seberang polres depok. tak perlu bertanya pun sebenarnya tak akan kesasar karena banyak yang mengarah ke sana. tapi, saya sok dan kebanyakan basa-basi bertanya lagi sama pak satpam. “itu pak di ujung sebelah kanan, nomornya kalau tak salah 32,” jawabnya ramah.

serahkan fotokopi katepe (siapkan saja beberapa lembar fotokopi katepe, gak usah seratus, lima cukup) dan bayar biayanya rp 15.000,00. naiklah ke atas dan antre (ini yang susah dijalani) untuk periksa tensi plus tes mata macam di optik dan satu lagi tes buta warna (agar anda dapat membedakan warna lampu lantas :D ). selesai tes pindahlah ke ruang dokter yang akan menandatangani hasil tes. di segmen ini, rasa-rasanya semua calon lulus.

lalu menyeberang kembali ke mapolres. loh, pintu gerbangnya ditutup lagi? ealah. untung pintu provost dbuka. jalan saja ke dalam. papan petunjuk takkan membuat kita tersesat. hmm, karena dibagian informasi sim yang jaga seorang polwan, saya tanya-tak-bertanya lagi :P . nah, ujian sudah dimulai dari sini.

langkah pertama bayar biaya pembuatan sim baru (a atau c sama) rp 75.000,00. pindah ke loket asuransi di sebelahnya dan bayar lagi rp 15.000,00. nah, jangan sampai hilang tanda terimanya karena akan ditukar dengan kartu asuransi. lantas isilah dengan lengkap dan benar formulir pendaftaran. kalau bingung tanya sebelah anda atau lihatlah di contoh yang ada yang dipampangkan di dinding. jangan salah mengisi nanti anda rugi sendiri.

selesai diisi serahkan ke loket pendaftaran dan tunggu sampai ada panggilan untuk ujian tertulis. sambil menunggu, ngobrol dong ah dengan sebelah :d. duh, bikin hati ciut lagi. tetangga ini sudah mengulang ujian tertulis untuk yang ke-empat kali dan hari ini ia gagal lagi. deg-deg-an juga jadinya. tapi cuek dan yakin aja deh. belum dicoba kok.

ujian tertulis dimulai. jumlah soal 30, waktu pengerjaan 20 menit. maksimal salah adalah 12. kalau salah 13 seperti tetangga di atas, silakan mengulang bulan depan. alhamdulillah saya betul 20. (soal-soal ujian bisa diujicoba di sini. tapi jangan terpaku dengan yang ini saja. karena soal ujian sim a dan c sama, maka soalnya merupakan paduan untuk dua jenis sim itu. ada soal lain tapi saya lupa situsnya, nanti saya posting kalau sudah ketemu.) selesai lantas dipanggil pak polisi untuk mengisi form lagi dan disuruh menunggu di tenda biru (kayak kawinan. karena sama-sama berwarna biru, saya sampai salah duduk di bawah solar tuff:D). tenda biru ternyata ada di atas, untuk ujian praktek.

di lapangan sudah tersedia motor bebek, bagus kok gak oglek-oglek, untuk ujian. pertama kita diharuskan zig-zag tapi tidak boleh menjatuhkan kayu pembatas (lebar di antara pembatas sekitar 80cm-an) dan menurunkan kaki. zig-zag diteruskan memasuki lingkaran dan berputar dua kali dalam lingkaran. alhamdulillah saya lewati semua. dengan mudah? gak lah. wong naek motor bebek baru kali tadi. dulu, dulu banget, naeknya er-ex.

mereka yang lulus disuruh turun kembali untuk foto. menunggu lagi. sekitar sepuluh menitan. nah, disini ada kesempatan untuk meralat ejaan nama atau data diri yang salah. kalau semua benar, sidik jari jempol kiri dan kanan akan dipindai. juga tanda tangan. terakhir bergayalah segagah mungkin (atau semanis banget) ketika difoto. tunggu sebentar surat ijin mengemudi selesai dicetak.

berapa lama waktu yang dihabiskan? sekitar seratusduapuluh menit. biayanya? seratuslimaribu rupiah saja. gak ada biaya siluman atau uang rokok. koneksi? sepanjang yang saya lihat sih tidak ada. semua proses transparan. masih mau nembak? jangan dong. saran saya, jangan segan atau ragu untuk untuk praktek. meski anda sudah terbiasa menaiki motor atau membawa mobil, saat ujian praktek ceritanya bisa jadi lain. oh, ya, untuk sim-c boleh menggunakan motor sendiri, kalau terbiasa menungganggi harley monggo dibawa hdnya.

nah, bagi para blogger yang belum punya sim (atau sudah expired) tapi sudah wira-wiri naik motor atau mobil, sebaiknya ujian sim. bagaimanapun lebih nyaman dan aman berkendara dengan sim. (oh, ya, saran saya, sebaiknya petugas yang melayani adalah polwan. selain lebih indah dipandang, halah, biasanya kaum lelaki gak berani macem-macem atawa malu kalo mau macem-macem.)


sekarang jaman mahal…

December 4, 2008
bisa jadi ini cuma rekaan belaka. namun, bukan tak mungkin, anda para blogger pernah menemukannya:
Mase Mase Basi…
Pelayan Cewe: “Arigato go zai mas…”
Pemuda Playboy sok tahu: “Arigato go zai mbak…”

Itu mah sekali jepret langsung lari…
Pembeli rese: “Mas,ada kamera paranoid ga?”
Penjaga bingung: “Hah?”
Pembeli rese: (nada sok tau) “Itu yg sekali jepret langsung jadi…”

Gak bisa diusahain, mas?
Internet addict: “Mas, di sini ada hotspot-nya gak?”
Pelayan: “Kebetulan restoran kami hanya menyediakan makanan Indonesia dengan penyajian standard, mbak.”

Maunya biar murah…
Ibu: “Mas mo cari hape donk”
Penjaga Counter: “Cari yang kayak gimana, Bu?”
Ibu: “Yang butut mas “
Penjaga Counter: “Hape second maksudnya?”
Ibu: “Bukaaaaan, yang butut.”
Penjaga Counter: “Yah Bu, kita jualnya masih kondisi bagus walaupun second juga, yang butut kita ga jual!”
Ibu: (Agak keras) “Ah masa ga jual sih, dimana-mana kan banyak. Kalo ga ada butut masukin lagunya gimana?”
Penjaga Counter: “Hah? (bengong)..Itu bluetooth, Ibu!” (Sambil mesem-mesem sendiri)

Kan sekarang jaman mahal!
Si bungsu perempuan ke Ibunya: “Jadi nanti kita daftar TV Kabelnya di Kebon Jeruk yah”
Ibu dengan wajah berseri-seri: “Ya, mending begitu. Kebon Jeruk kan enggak terlalu jauh dari rumah. Jadi nanti kabelnya bisa lebih pendek. Lebih murah.”

Tapi kan bentuknya beda…
Cewe manja: “Beliin aku sepatu itu dong, Yang…”
Cowo sinis: “Ukuran kaki kamu berapa?”
Cewe manja: “36.”
Cowo sinis: “Yakin itu ukuran kaki, bukan ukuran BH kamu?”

Oh oh, kamu ketahuan…
Cowo Matre: “Percaya deh sayang, aku cinta kamu apa adanya…”
Cewe Tajir: (sinis) “Bukan karena ADA APAnya?”

Mendingan sekalian aja!
Cewe #1: “Ayo ikut kita, di sana kan nanti ada si pacar gelap loe itu…”
Cewe #2: “Ngga mau ah… Gua malu ketemu dia di tempat rame.”
Cewe #1: “Malu di depan, tapi pamer kemaluan di belakang!”
Cewe #2: “…”

Kita dulu terpisah jauh!
SPG menawarkan ke lelaki: “Kak, Giordano kak…”
Lelaki berjalan beberapa langkah, tiba-tiba berbalik dan berteriak: “Adeeee… kamu ingat aku?? Aku kakakmu!”

Kalo sinyalnya menipis mungkin namanya berubah…
Nyokap: “Ini hape ibu ada G-String-nya ngga?”
Anak: (bengong, berharap salah denger) “Hah?”
Nyokap: “Ini Nokia 3300 ibu ada G-String-nya apa ngga?”
Anak: (masih bengong dan masih berharap salah denger) “G-String?”
Nyokap: “Iya. Itu lho, yang kalo nelepon kita bisa liat muka orang yang teleponan sama kita.”
Anak: “Yaoloh! 3G?”
Nyokap: “Nah itu dia. Emang tadi ibu ngomongnya apa?”

Semua terkontrol deh!
Bos: “Udah belasan kali nih gua bolak-balik sama report lo nggak beres-beres. Yang ini final ya…”
Karyawan: “Tenang aja, yang ini final… dijamin nggak keliru-keliru lagi”
Bos: “Makanya, control di file-nya dibikin yang bener, jangan cuman dibikin pajangan. Kamu tahu kan apa gunanya control?”
Karyawan: “Tahu bos… (pelan) buat kencring kan …”

Abis penampilannya. ..
Ruang rias, seseorang mengetuk pintu,
Lelaki: “Permisii, maaf mbak, Mbak X ada gak?”
Jeung #1: Mbaaaaak X, tukang ojeknya nyariin tuh, udah bayar belum sih loe?”
Jeung #2 buru-buru keluar lalu masuk lagi: Ihh, jahat deh, itu bukan tukang ojek. Itu suami aku! (muka sedih)

Ya, bisa aja sih terjadi itu…
Oknum #1: “Hari Jumat elo dateng gak ke rumah X?”
Oknum #2: “Hah? Emangnya ada apa sih?”
Oknum #1: “Lha di fesbuk ada getu invitation-nya. .. BarBuk di rumah X!!”
Oknum #2: “BARBUK…?”
Oknum #1: “Buka Bersama, dudulz! Eh… (Terdiam sesaat) BARBUK… (Diam lagi, mulai menyadari ketololan..) BUKBAR deng!” (ngikik malu-malu bodoh)

Arrrgh… Saya hanya mau menyelaaaaa!
Anak 12 tahun mengejek sepupunya: “Ah, dasar bokek loe!”
Sepupu 8 tahun: (muka polos) “Bokek artinya apa sih?”
Anak 12 tahun: “Payah, masa bokek aja gak tau… Gak gaul loe!”
Sepupu 8 tahun: (masih polos) “Gak gaul artinya apa sih?”

Berarti pasti pas!
Cewe SMA #1: “Eh, liat deh, baju ini lucu bangeeeeet.. . Pasti muat deh ama loe!”
Cewe SMA #2: “Apaan yang muat. Muat dari Hong Kong !”
Mbak Penjaga: (dengan muka serius) “Beneran dari Hong Kong , Mbak. Bajunya asli import…”

Aku kan udah terproteksi. ..
Ibu: “De, kamu jangan kelamaan di depan komputer ah. Nanti bisa sakit loh.”
Anak: “Sakit gimana? Minus kacamata nambah?”
Ibu: “Lah itu, mama denger virus komputer bahaya, gitu lho. Gejalanya apa aja sih?”

Setiap wanita kan intuisinya kuat…
Wanita Karir: “Iya nih… Gua tuh lagi concern banget sama biaya pendidikan anak gua… Intuition fee hari gini… gila banget.”

Kebiasaan ngitung diskon ya?
Cewe #1: “Tadi gw ke sency mo beli softlens tapi lupa ukuran…”
Cewe #2: “Liat di kartu lo yang lama dong…”
Cewe #1: “Oh iya noh… Kiri minus setengah, kanan seperempat.. .”
Cewe #2: “Ohh ya?”
Cewe #1: “Iya… Nol koma tujuh lima itu seperempat kan ya?”
Cewe #2: *bengong*

mungkin gak siy… (catatan tambahan: tetangga sebelah ngasih tahu minta dicantumin sumbernya: di mari nih)


melanggar, awas…

November 28, 2008
tadi sore status ye-em seorang teman berbunyi (kurang lebih :D ) seperti ini: hampir aja lewat! mangsudna? hampir-hampir saja dia tidak sampai ke kantor tapi ke rumah sakit (naudzubillah). kok bisa? ya bisalah. gara-garanya adalah paduan perut lapar dan (maaf) ingin b-a-b. ditambah lagi dengan lapangnya bus way tempat bus trans jakarta berlalu-lalang. gas pun dibejek tanpa sadar. makin cepat dan cepat. sampai sebuah kijang menyeruduk ingin masuk ke jalur buswei. sang kawan mendadak grogi kalau mendadak dangdut, malah lucu nih, dia bisa bernyanyi di atas pelana motornya. klakson ditekan berkali-kali. sang kijang bagai tuli. masih berusaha masuk. teman ini pun ambil keputusan: maju terus pantang mundur. artinya kuda besi itu harus dipacu lebih kencang. alhamdulillah dia menang. tapi, sueerr, gak lagi-lagi katanya. kapok dia. rasa lapar dan yang tadi itupun hilang. syukurlah kawan kalau kau sadar.

teman saya ini sadar. tapi, para pembalap liar di kawasan lenteng agung nampaknya tak pernah jera. berulang mereka membalap di jalan. sekadar peringatan lisan agaknya tak mau meredam ulah pembalap dadakan ini. aparat pun tampaknya tidak mampu kalau tiap hari harus menjaga lintasan itu. rasa kesal yang bertambah plus boleh jadi sudah jatuhnya korban warga sekitar situ, akhirnya muncullah tulisan seperti pada kain rentang itu.

salahkah warga bila mengancam seperti itu? main hakim sendiri jelas tidak boleh. tapi lewat jalur resmi, mungkin, tak mampu lagi.