July 29, 2013

herman o lantang, turun gunung masuk dapur…

M16 itu adalah nomor mikrolet jurusan pasar minggu-kampung melayu. M16 bisa juga merupakan senjata api andalan negara paman sam. M16 pun julukan untuk secret intelligence service (SIS) inggris. selain tiga yang sudah saia sebutkan ada juga m 016 ui. nah, yang terakhir ini sama sekali tidak ada hubungannya dengan angkutan umum, senjata maupun agen rahasia. kaitannya adalah dengan alam…

siapakah pemilik nomor registrasi itu? tak lain dan tak bukan adalah herman o lantang yang dilahirkan di tomohon sulawesi utara. oh, ya, ‘m’ ini kependekan dari mapala (mahasiswa pencinta alam) dan ui ya pastilah universitas indonesia. satu lagi ‘o’ nya itu adalah onesimus, jadi lengkapnya herman onesimus lantang. banyak sudah cerita mengenai sang sahabat alam sejati ini. sila tanyakan pada mbah google, akan keluar aneka gambar dan cerita mengenai herman. dan, ia makin tekenal sejak film ‘gie’ — garapan sutradara riri riza. gie mengisahkan seorang tokoh bernama soe hok gie, mahasiswa universitas indonesia yang lebih dikenal sebagai demonstran dan pecinta alam — diedarkan. 

alhamdulillah, beruntung saia bersama isteri dapat bertandang ke rumahnya. sebuah rumah sederhana namun bernilai sejarah tinggi. rumah tua di kawasan jagakarsa, jakarta selatan ini menampilkan ciri khas seorang antropolog. barang-barang antik dan ornamen budaya menjadi hiasan rumah di jalan kelapa tiga yang lalu lintasnya kerap macet.

‘nama besar’nya sebagai mantan ketua mapala ui (1972-1974) dan pecinta alam yang sudah malang-melintang ke berbagai pelosok negeri tidaklah nampak manakala kami menemuinya. om herman begitu sederhana. penuh kehangatan kami berbincang-bincang. (sesekali putranya, errol, ikut berbicara). soal mendaki gunungkah? bukan. untuk yang satu itu di internet bertebaran ceritanya. kami malah kongkow soal roti. ya, betul roti. tapi, ini roti yang istimewa. healthy bread, meminjam kata-katanya.

sejak pensiun — herman pernah bekerja di beberapa perusahaan pengeboran minyak sebagai ahli lumpur atau ‘mud doctor’. sebuah profesi yang tidak ada hubungannya dengan disiplin ilmu yang dulu dipelajari di fakultas sastra universitas indonesia, jurusan antropologi. — herman malah berkutat dengan gandum murni dan aneka bahan pembuat roti. ‘Kelapa Tiga Taart Tempo Doeloe’ ini nama toko kue herman. jangan bayangkan toko kue yang besar dengan pendingin udara. nama ini tampaknya hanya sekadar penanda bahwa sang empunya rumah membuat dan menjual kue. dan, kelapa tiga tak lain adalah nama jalan rumahnya.

dari mana herman mendapatkan keterampilan memasak? rupanya sudah sejak jaman mahasiswa herman piawai memasak. bakat ini nampaknya turun dari tante yang ahli masak. kalau hanya sekadar bubur manado atau klappertaart bukan masalah buatnya. herman juga punya buku resep berbahasa belanda kuno.

sambil ngobrol herman mondar-mandir menuju dapur melihat-lihat apakah rotinya sudah siap panggang. kami juga diajak melihat pohon yang usianya sudah ratusan tahun di belakang rumahnya. sambil menuju halaman belakang, kamipun mendapatkan aneka cerita mengenai koleksi pribadinya. mulai dari kursi dari hotel des indes (yang sekarang menjadi pertokoan duta merlin), kursi di rumah duka orang china, koper besi, dayung, sepeda hingga land rover.

herman mengerjakan semuanya seorang diri. mulai dari menakar bahan, mengadon, memanggang hingga membungkus rotinya. sambil bekerja ia juga tak henti berbagi cerita. ah, hanya sang waktu yang membuat kami harus pamit. dan, tiga buah mangga harum manis yang baru dipetik menjadi buah tangan…

Advertisements

Ada sebuah suku pada bangsa Indian yang memiliki cara yang unik untuk mendewasakan anak laki-laki dari suku mereka. Jika seorang anak laki-laki tersebut dianggap sudah cukup umur untuk didewasakan, maka anak laki-laki tersebut akan dibawa pergi oleh seorang pria dewasa yang bukan sanak saudaranya, dengan mata tertutup.

Anak laki-laki tersebut dibawa jauh menuju hutan yang paling dalam. Ketika hari sudah menjadi sangat gelap, tutup mata anak tersebut akan dibuka, dan orang yang menghantarnya akan meninggalkannya sendirian. Ia akan dinyatakan lulus dan diterima sebagai pria dewasa dalam suku tersebut jika ia tidak berteriak atau menangis hingga malam berlalu.

Malam begitu pekat, bahkan sang anak itu tidak dapat melihat telapak tangannya sendiri, begitu gelap dan ia begitu ketakutan. Hutan tersebut mengeluarkan suara-suara yang begitu menyeramkan, auman serigala, bunyi dahan bergemerisik, dan ia semakin ketakutan, tetapi ia harus diam, ia tidak boleh berteriak atau menangis, ia harus berusaha agar ia lulus dalam ujian tersebut.

Satu detik bagaikan berjam-jam, satu jam bagaikan bertahun-tahun, ia tidak dapat melelapkan matanya sedetikpun, keringat ketakutan mengucur deras dari tubuhnya.

Cahaya pagi mulai tampak sedikit, ia begitu gembira, ia melihat sekelilingnya, dan kemudian ia menjadi begitu kaget, ketika ia mengetahui bahwa ayahnya berdiri tidak jauh di belakang dirinya, dengan posisi siap menembakan anak panah, dengan golok terselip di pinggang, menjagai anaknya sepanjang malam, jikalau ada ular atau binatang buas lainnya, maka ia dengan segera akan melepaskan anak panahnya, sebelum binatang buas itu mendekati anaknya, sambil berdoa agar anaknya tidak berteriak atau menangis.

dapet dari milis. kalo mau di-renung-renung-i dan di-hubung-hubung-kan dengan keseharian kita, kadang dalam kehidupan ini kita merasa sendiri. merasa paling susah. merasa gusti Allah gak menjaga kita alias kita dibiarkan begitu saja menghadapi belantara dunia yang begitu kejam. padahal bukannya gusti Allah kan selalu beserta kita lewat berbagai nikmat yang diberikan?

wallahu alam bi shawab

sia-siakah…

February 1, 2010

kematian yang sia-sia. barangkali terlalu berlebihan.. tapi, apa namanya bila melihat sebuah mobil terbalik dan semua penumpang tewas. atau, sebuah motor masuk ke kolong sebuah truk. dan, mereka, para penumpang atau pengemudi kendaraan itu adalah remaja yang sedang bertumbuh dewasa.

miris melihat mereka mengemudikan kendaraan. baik motor maupun mobil. kadang mereka menaiki motor bertiga. tanpa helm. asyik ngobrol sambil merokok juga. seragam putih biru alias tingkat smp. asyik nelpon atau sms-an. atau, para abu-abu-ers yang menyetir mobil, kadang, seperti sedang mengikuti rally. pindah jalur. susul-menyusul.

tadi siang saya menerima e-mail dari seorang teman yang menceritakan bahwa ia baru saja melayat anak saudaranya –laki-laki, 17 tahun, kelas 3 sma– yang meninggal. inna lillahi wa inna ilaihi rajiun. anak semata wayang ini meninggal karena kecelakaan mobil di jalan tol. mobil yang dia tumpangi bersama teman-temannya menyenggol mobil yang disusul dari bahu jalan.

anak-anak ini baru saja pulang dari bimbel. mereka termasuk kelas akselerasi. barangkali, ingin melepaskan rasa jenuh dan kelelahan belajar mereka ingin melemaskan otak yang dipakai melihat rumus-rumus. namun, mereka tak pernah sampai ke tempat yang diinginkan. ada yang meninggal, ada yang koma, ada yang luka parah, ada juga yang tidak apa-apa.

jiwa muda yang menggelegak memang butuh penyaluran. saat sarana ada apapun bisa dilakukan. salahkah mereka? saya tidak dalam posisi untuk menilai salah atau benar. mereka, mestinya, punya sim. artinya mereka mengerti peraturan lalu lintas. apa yang boleh dan dilarang dilakukan saat berada di jalan, mereka pahami. namun, boleh jadi, emosi yang belum stabil memicu mereka untuk menjadi yang paling ‘oke’.

bapak, ibu, kakak, om, tante janganlah pernah bosan-bosannya, ingatkanlah anak, adik, keponakan anda untuk selalu waspada di jalan, mematuhi peraturan lalulintas, agar mereka saling mengingatkan temannya untuk tidak bercanda ketika sedang berkendara. ingatkanlah mereka untuk selalu berdoa sebelum memulai kegiatan, termasuk nyetir mobil tentunya. dan, sertailah mereka selalu dengan doa dari bapak, ibu, kakak, om, tante.

wallahu alam bi shawab…

mendadak ‘mbezoek…

January 5, 2009

‘bu, si fulan sakit,’
‘kita nengok yuk,’

duh, siang-siang sedang panas-panasnya mentari diajak ‘mbezoek. kalo ada pilihan lain mending gak deh. tapi dia kan… tapi dia pernah… akhirnya, keputusannya jenguk deh.

sebelum berangkat, perasaan udah gak enak. jangan-jangan orangnya gak ada nih. sampai di perumahannya harus berputar-putar dulu karena lupa pasnya posisi rumah si fulan. ada tukang beca. bertanya sama si mas becak. ah, tak membantu juga karena petunjuknya terlalu umum. ‘ke kiri saja nanti yang dekat warung,’ katanya dengan logat medok jawa.

sudahlah kami berputar-putar saja dulu. ada warung di depan (entah inikah warung yang ditunjuk si mas?). ucapkan salam. nah, yang ini malah petunjuknya lebih jelas. si ibu pemilik warung, barangkali ketua er-te, keluar sambil membawa daftar nama warga. jalan lagi mengikuti saran si ibu.

baru saja kami ingin bertanya lagi. eh, rumahnya sudah di depan mata. salam lagi. berkali-kali. dan, benarlah firasat saya. si fulan malah lagi pergi. artinya kan gak sakit berat. lah, wong bisa jalan-jalan kok. nunggu sebentar. baru saja kami mau pergi, eh, fulan datang.

memang kelihatan agak lemas. ‘tapi, saya sudah mendingan kok,’ katanya. sayapun mengutip postingan di milis bahwa fulan sakit berat hingga harus bed rest. duh, korban milis ini namanya.

mau marah? tak ada guna. wong milis kumpulan para begundal. dimarahin paling pada nyengir doang. ambil hikmahnya saja, ta-e-la, kalo gak jadi ‘korban’ saya malah gak silaturahim sama si fulan.

mendadak semur…

January 1, 2009

masak? tadi malam yang bagi orang-orang tertentu boleh jadi sangat ditunggu-tunggu karena merupakan malam tahun baru saya tidur nyenyak saja dan tidak bermimpi masak. tapi tadi pagi saya dan nanda jadi juru masak di rumah. masaknya semur daging. semua bahan sudah ada. tinggal meracik saja. tapi tetap dipandu nyonya rumah dong. loh, kok bukan sang isteri yang masak? kan gak lagi hari ibu. halah, masak sih cuma di hari ibu, para ibu terus libur masak. semua plus yang pura-pura tidak tahu atau tidak mau tahu pasti udah tahu kalo ftm alias full time mother jam kerjanya ya 24 jam kan.

kebetulan, sang ibu lagi kedatangan tamu bulanan. plus, dikejar tenggat kerjaan. sementara dengan santainya nanda bertanya: ‘kita makan pagi sama apa bu?’ gak sadar dia kalo ibunya lagi seksi,eh,sensi. maka tak heran kemudian si ibu ceramah sama nanda. oh, ya, nanda kan sedang liburan. dulu-dulu sih kalau liburan kegiatannya seputar bersenang-senang. ya ngegame hape (sekarang ketambahan pe-es-du-a) atau bacain lagi komik-komik lawas.

singkat cerita, pada intinya, kalau ingin sesuatu ya kerjakan dong. kalau mau makan ya masak. ‘sudah kupas bawang merah dan bawang putih. nanti ibu ulek,’ kata isteri saya. sayalah kemudian yang mengupas. kok bukan nanda? alih-alih kekupas jari yang kena malah gak makan :D. ‘potong-potong dagingnya,’ sambung beliau. oh, ya, si bawang merah plus putih kalau langsung diulek kan malah loncat-loncat. atas saran beliau saya chopper dulu, jadi enak diuleknya. nanda ikutlah mencoba mengulek.

proses selanjutnya, ibu-ibu pasti tahulah. dan, menu makan pagi dan siang hari ini ya semur daging plus tahu seperti yang nampak di atas (yang agak asin :D). ternyata masak gak susah-susah amat ya. sombong. sok. :)) kalau mau dan niat kenapa gak. masalah rasa kan bisa diatur. lagian baru pertama masak gitu loh.

ngeblog juga dia…

December 30, 2008

Blog lagi…blog laagi.. mungkin orang-orang dah pada bosen kali ya dengernya(mudah-mudahan gak deh,ntar blog ane gak laku).

orang bilang buah itu jatuh tak jauh dari pohonnya. masih dekat-dekat-lah. analoginya, kalau ayahnya tukang bikin kopi dan ibunya pernah melaporkan kejadian alias reporter, artinya dua-duanya bisa(lah) atau biasa(lah) tulis-menulis. terus buahnya,eh,anaknya otomatis suka menulis? tunggu dulu.

sudah sejak lama banget saya meminta nanda untuk menulis. dibujuk-bujuk. di-iming-imingi. setengah dipaksa. sebagai pancingan saya membuatkan blog saat ia bersekolah di ciganjur. beberapa kali saya sempat memposting tulisan hasil tugas sekolah. tapi teteup saja kebanyakan yang mengisi adalah saya.

saya dan ibunya pengin ia mencurahkan pikiran, ide atau omong kosong sekalipun dalam bentuk tulisan. sebaris atau dua baris kalimat cukuplah sebagai pembuka. kami, berpikir, sayang kalau cerita-cerita ringan kesehariannya di sekolah menguap begitu saja. tapi, jawaban yang dia berikan adalah: jangan sekarang, nanti dulu deh, atau ah, males. duh…

kemarin, keinginan itu muncul lagi. tidak tiba-tiba memang. ditunjang oleh ‘sapidi’ serta fasilitas lain yang tidak semua teman sebayanya memiliki dan setelah ‘khotbah’ tidak terlalu panjang dan juga tidak lebar-lebar amat dari ayah dan ibu, nanda, akhirnya, alhamdulillah, memulai menulis blognya.

mugi-mugi, insya allah, ini menjadi awal yang baik bagi nanda untuk bisa terus menuliskan segala gagasan atau impian atau apapun. tinimbang ia hanya membuka internet untuk mencari cheat code atau walktrough tentu jauh lebih baik ia ‘mengoceh’ lewat kalimat. oh, ya, sekalian mau ngucapin selamat tahun baru buat semua yang suka membaca blog saya :). mudah-mudahan tahun baru selalu memberikan harapan baru bagi kita semua, amin.

hukum rimba di jalan…

December 23, 2008

hmm. kayaknya gak pas judulnya. kalo hukum rimba kan artinya di rimba alias hutan. kejadian tadi pagi jelas bukan di hutan tapi di jalan raya. jalan di seberang stasiun kereta api pasar minggu, mengarah ke pancoran, memang rawan macet dan senggol-senggolan mobil atau motor. dan, sebagaimana anda tahu perilaku pengendara angkutan umum, merekalah yang sering menyenggol atau disenggol.

perilaku pengemudi angkot mirip-mirip dengan tingkah laku pengendara sepeda motor. selama masih ada tempat longgar, sesedikit apapun, mereka akan berusaha masuk untuk lewat. seperti pagi tadi. saya yang di metro mini dengan seorang penumpang lain tak pernah berpikir akan melihat kejadian lumayan heboh.

metro mini yang saya tumpangi berjalan agak lambat karena jalan macet. di sisi kanan penuh dengan mobil serta kendaraan lain. dari sisi kiri sebuah angkot jurusan pasar minggu-pondok labu karena melihat ada jalur lowong berusaha masuk untuk melewati metro mini. pengemudi metro mini agaknya tidak suka dengan perilaku supir angkot. mereka sama-sama memajukan kendaraannya. istilah yang pas adalah pepet-pepetan. dan, sampai di titik kedua kendaraan nyaris bertempelan. saya pikir, bakal terjadi serempetan nih. ternyata tidak.

keduanya berhenti. bersilat lidah. tak ada yang mau mengalah. keduanya merasa sayalah yang paling benar. dilihat sepintas yang benar adalah supir metro mini. ia tak mungkin mengarah ke kanan karena itu artinya ia menyerempet mobil tetangga sebelah. sementara si supir angkot kalau mau sedikit mengalah ia bisa melaju terus karena jalurnya masih memungkinkan untuk itu. tapi akhirnya kedua sepakat untuk terus melaju. selesai masalahnya? belum.

si supir angkot kemudian melaju lebih dahulu. lantas ia ber-zig-zag. berhenti. supir metro mini mendadak tinggi tensinya. ia turun. lalu, tanpa bilang permisi atau ba-bi-bu ia menonjok mata supir angkot. lebih dari satu kali. anehnya, kok si supir angkot tidak turun. ia baru turun ketika ada seorang bapak yang menyalahkan tindakan supir metro mini. supir angkot berusaha membalas. ia mendorong-dorong si supir metro mini.

selanjutnya? saya berpindah metro mini. biarlah mereka menyelesaikan urusan mereka. boleh jadi hukum rimba yang berlaku. mungkin lebih seru, halah, kalau esprits de kedaerahan ikut bicara.